Archive Pages Design$type=blogging

News

Lian Sahar Pelukis Aceh Terkemuka

Lian Sahar Lian Sahar merupakan pelukis Indonesia terkemuka. Daya pesona lukisannya membuat para penikmat seni lukis ingin mengolek...

Lian Sahar
Lian Sahar merupakan pelukis Indonesia terkemuka. Daya pesona lukisannya membuat para penikmat seni lukis ingin mengoleksinya. Dari tangannya tak hanya lahir goresan rupa dengan media cat minyak di atas kanvas. Tetapi dia melahirkan pula sosok seni yang lain di atas panggung. Sebagai penata artistik untuk drama-drama Rendra yang pernah digelar di TIM, Lian Sahar menunjukkan kemampuannya bermain dengan ruang, cahaya, benda bergerak, cerita, pemain dan penonton sekaligus. Ia penafsir lidah sutradara Rendra yang menginginkan teaternya menjadi hidup ditunjang tata artistik handal yang serba renaesan atau klasik modern. Mengingat sosok cerita Yunani purba yang diadapsi menjadi tontonan yang Indonesia. Dan memang, pada malam-malam pertunjukan Bengkel Teater Yogya (nama grup teater Rendra waktu itu) dan hasilnya terasa ‘nyamleng’ (asyik dan nikmat). Dan, Lian Sahar, yang menangani artistik-cantik itu berujar dengan merendah. “Saya lagi belajar, kok"’.

Lahir di Aceh, Januari 1933, tetapi memilih hidup di perantauan sejak usia remaja hingga sekarang. Kini ia bermukim di tanah Jawa yang penuh romantika. Entah kenapa ia betah dan memilih hidup di tanah Jawa sebagai kampung kedua, Yogyakarta. Ia tak mau balik ke kampung kelahirannya. Katanya lebih senang tinggal di perantauan yang penuh tantangan. Menilik kariernya, ia bukan sembarang seniman yang lahir begitu saja. Ia kokoh dalam konsep dan meramunya dengan akar bakat, minat, akal budi dan semangat juang. Hingga tiba di puncak prestasi. Lihatlah karyanya, unggul di percaturan Biennale Seni Lukis Indonesia II dan III yang diadakan di Pusat Kesenian Jakarta TIM. Suatu kehormatan dan penghargaan tertinggi itu menclok di dadanya.
Seusai menamatkan SMA di Medan, ia hijrah ke Jakarta melanjutkan studi pada Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat Universitas Indonesia. Awalnya kepingin menjadi ahli hukum, setidaknya menjadi pengacara. Tetapi impiannya kandas di tengah jalan. Tidak jadi pengacara pun tak apa. Toh profesi lain yang lebih terhormat dari pada pengacara masih terbentang luas. Lantas ia bersyukur. Kegairahannya di blantika kesenian membawanya sampai di Ngayogyakarta Hadiningrat (Yogya) guna memasuki pendidikan formal Seni Rupa ASRI Yogyakarta.

Lukisan Lian Sahar
Dari Yogyakarta terbang ke Jawa Barat, mengikuti pendidikan Seni Rupa ITB Bandung. Maka lengkaplah pengalaman Lian di dalam menimba ilmu di tanah Jawa yang subur makmur loh jinawi.

Lian Sahar suka mengembara kemana-mana. Paling tidak dari tempatnya bermukim di Yogyakarta, jalan-jalan ke Jakarta, Bandung dan kota-kota lainnya. “‘Saya tidak akan berhenti melukis selagi Tuhan masih memberikan kekuatan untuk bergerak” katanya, dia juga mengatakan “Seniman itu tidak pernah pensiun seperti pegawai negeri. Itu sebabnya hingga saat ini saya senang jalan-jalan mencari hawa segar sambil menggoreskan kuas di atas bidang kanvas”.

Pelukis gaek ini seringkali membuat sketsa. Kalau orang lain melukis membuat sketsa dengan perangkat kontur (garis pinggir) yang membentuk wujud, maka sketsa Lian lain lagi. Sketsanya di blok dengan warna yang memikat. Sehingga sketsa tak sekadar sketsa yang oleh sementara orang disebut sebagai biola tunggal. Tetapi sketsa Lian Sahar, memberi kelonggaran sebagai orkestra lengkap yang mengalunkan pesona indah di atas bidang kanvas. Kendati pun sketsanya bisa saja memperlihatkan kesan abstrak atau pun surealis sampai pada penghayatan yang masih terikat pada bentuk.

Soal pameran ? Tak terhitung jumlahnya. Dari mulai pameran di tingkat lokal, nasional hingga internasional. Dari kota-kota kantong budaya seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Aceh hingga menyeberang ke mancanegera. Dari jajaran negara ASEAN, Asia, Eropa hingga Amerika Serikat. Tetapi yang paling berkesan di hatinya ialah ketika lukisannya di pamerkan dan di kelilingkan di negeri Paman Sam. Khususnya ketika mengikuti pameran KIAS (Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat) Tak hanya itu, puluhan karya Lian Sahar banyak tersebar dimana-mana, dimiliki oleh para kolektor. Dan lukisannya menghiasi ruang-ruang kantor swasta, bank dan pemerintah. Di antaranya lukisan dan reliefnya terpancang di kantor Gubernur Aceh, Gubernur DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Samarinda, Departemen Pendidikan Nasional, Museum Istana Negara RI, Galeri Pusat Kesenian Jakarta TIM, dan lain-lain.

Selain menekuni seni lukis, ia pernah mengajar pada jurusan interior di almamaternya. Ia juga bergiat dalam bidang desain dan organisasi. Seniman komplit  yang bermukim di Bumijo Lor nomor 22, Yogyakarta ini, wafat di Yogyakarta pada 18 Agustus 2010.

Sumber : http://www.tamanismailmarzuki.co.id/tokoh/liansahar.html

COMMENTS

Name

acara Artshop Biografi Event Galeri Global Karya Cerpen Karya Puisi Komunitas Literatur Seni News Opini Profil
false
ltr
item
Aceh Media Art: Lian Sahar Pelukis Aceh Terkemuka
Lian Sahar Pelukis Aceh Terkemuka
http://2.bp.blogspot.com/-k_SGzS43qeM/U1GZqVQbPjI/AAAAAAAAAKQ/1nfxnQwX8Dk/s1600/1334207224.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-k_SGzS43qeM/U1GZqVQbPjI/AAAAAAAAAKQ/1nfxnQwX8Dk/s72-c/1334207224.jpg
Aceh Media Art
http://www.acehmediart.com/2014/04/lian-sahar-pelukis-aceh-terkemuka.html
http://www.acehmediart.com/
http://www.acehmediart.com/
http://www.acehmediart.com/2014/04/lian-sahar-pelukis-aceh-terkemuka.html
true
4096604943189198512
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago