Archive Pages Design$type=blogging

News

Diskusi dan Kritik Tubuh Adalah Cara Mahasiswa Aceh Peringati 9 Tahun MOU Helsinki

Sukarelawan Untuk Aksi Kritik Tubuh. Foto: Benny Sumarna Perdamaian di Aceh diinisiasi sebagai upaya untuk menjawab perkara-perkara p...

Sukarelawan Untuk Aksi Kritik Tubuh. Foto: Benny Sumarna
Perdamaian di Aceh diinisiasi sebagai upaya untuk menjawab perkara-perkara pembangunan, baik karena akutnya konflik maupun akibat musibah tsunami. Nota kesepahaman diturunkan dalam bentuk undang-undang pemerintahan Aceh (UUPA) sebagai regulasi pelaksana.

Di tataran aplikatif dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres). PP dan Perpres sering menjadi justifikasi dari belum teraplikasinya undang-undang pemerintahan Aceh. Seolah mengeneralisir bahwa itulah inti perkara. Para pihak kemudian saling menuding penyebab belum turunnya PP dan Perpres. Opini publik terbelah, ada yang melihat bahwa ini perkara ketidakmampuan lobby pemerintah Aceh. Ada yg mengasumsikan bahwa ini adalah bentuk ketidakrelaan pusat, kepala dilepas ekor dipegang, istilahnya.

Perkaranya tentu tidak semudah itu, perkara lobby adalah perkara bargaining. Secara bargaining, Aceh secara perlahan mendegradasi bargainingnya sendiri. Dimulai dari pola komunikasi politik, hingga pertarungan pada ranah  hampa yang tidak teriris subtansi perkara.

Komunikasi politik yang buruk misalnya diperlihatkan secara gamblang oleh Muzakkir Manaf, dalam kapasitasnya sebagai wakil gubernur Aceh, ketua Partai Aceh (PA) dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA). Pernyataan sikapnya seringkali kontraproduktif, baik pada saat pilpres berlangsung maupun setelah pilpres.

Kelompok Muzakkir Manaf perlahan menyingkirkan keberadaan kelompok orang tua GAM. Pemihakan mereka secara sepihak dan dengan menabrak aturan partai saat berkoalisi dengan GERINDRA dan Prabowo menunjukkan upaya untuk meredusir peran-peran eks pemerintahan sipil GAM. Belum lagi pernyataan aktifis Badan Penyelamat Pemerintah Aceh (BPPA) yang menimpakan semua kesalahan pemerintahan Aceh pada DR. Zaini Abdullah dan terkesan membela Mualem.

Persoalan pemerintahan Aceh terkait erat dengan Partai Aceh, karena secara politis Jakarta melihat Partai Aceh-lah sebagai representasi politik lokal. Saat ide-ide dari Partai Aceh dan para fungsionarisnya mulai menjauh dari subtansi perkara masyarakat, itu akan berimplikasi pada semakin memudarnya nasionalisme Ke-Acehan yang harusnya secara terus menerus diproduksi sebagai basis ideologis perlawanan terhadap Jakarta.

Karenanya Partai Aceh tidak hanya bertanggungjawab terhadap internalnya tapi juga pada seluruh masyarakat Aceh. Secara prinsipil, tuntutan Badan Penyelamat Partai Aceh (BPPA) versi Azmi yang meminta pertanggungjawaban Muzakkir Manaf adalah sebuah upaya untuk tidak menjauhkan Partai Aceh dari bangsa Aceh sebagai konstituennya.

Menjadi tugas kita sebagai generasi pengganti untuk mengkritisi baik elit Aceh dan Jakarta untuk mempercepat implementasi MOU Helsinki. Mengawal agar kedua belah pihak agar tidak saling melempar tanggung jawab, yang secara tidak langsung mencederai semangat dari nota kesepahaman Perdamaian itu sendiri. Pertarungan elit tersebut justru membuat rakyat Aceh tersisih dan terpecah-belah..

Sembilan tahun sudah MOU Helsinki ditandatangani, UUPA pun telah berjalan selama satu dasawarsa. Namun kesejahteraan masyarakat Aceh masih berada di titik nadir. Akankah sebagai bagian rakyat Aceh kita diam?

Perdamaian yang tak hanya berhentinya letupan senjata, akan tetapi perdamaian yang juga bisa mengantarkan rakyat Aceh menuju kemakmuran dan kesejahteraan. Secara teknis, ada banyak aturan pelaksanaan yang belum dirumuskan untuk menggapai itu semua. Apakah elit Jakarta yang tidak serius mengurusi Aceh atau elit Aceh yang mulai sibuk dengan urusan kekuasaan? Saling curiga juga bukanlah cara yang harus ditunjukkan, oleh karena jabat tangan berdamai telah dilakukan kedua belah pihak.

Salah satu poin penting yang harus disepakati adalah pembagian hasil alam Aceh. PP Migas sebagai salah satu turunan UUPA adalah salah satu isu sensitive yang harus mendapat perhatian penting. Fokusnya bukan di pembagian 70% untuk Aceh dan 30 % untuk Jakarta, akan tetapi pada jumlah besaran yang akan diberikan. Mengingat hal tersebut akan mengindikasikan keseriusan pemerintah pusat dalam memberikan keleluasaan pengelolaan sumber-sumber daya ekonomi oleh pemerintah Aceh. Hal tersebut dapat menjadi pemicu konflik ekonomi yang menjadi katalisator atas kesenjangan sosial yang bermuara pada pengulangan konflik di Aceh.

Penting bagi seluruh komponen masyarakat Aceh untuk mendesak disahkannya UUPA secara komprehensif, karena UUPA adalah identitas Aceh yang menentukan masa depan Aceh. UUPA menjadi perekat atas keberagaman suku-suku di Aceh dan menjamin kesejahteraan masyarakat Aceh secara keseluruhan. Keterlambatan penerapan UUPA secara perlahan meredusir persatuan dan membuat masyarakat Aceh tidak berdaulat atas sumber-sumber dayanya sendiri.

Tulisan di atas merupakan hasil diskusi “otakku damai dan merdeka jilid 3” yang diadakan pada hari kamis tanggal 14 Agustus, 2014, sehari sebelum peringatan MOU Helsinki. Tulisan tersebut merupakan rilis yang dikirimkan ke redaksi Acehmediart.com (sabtu/16/8/2014).



Yogyakarta_ Acara “otakku damai dan merdeka jilid 3” dihadiri oleh mahasiswa-mahsiswa Aceh yang sedang menempuh studi di Yogyakarta. Diskusi yang berlangsung selama 3 jam di asrama Aceh Sabena Jl. Taman Siswa Yogyakarta ini difasilitasi oleh Tu-ngang Institute, yaitu sebuah gerakan yang bertujuan menghadirkan ruang-ruang diskusi dan aksi, guna menginjeksi orentasi perubahan bagi mahasiswa yang sedang kuliah di Yogyakarta.
Pada peringatan 9 tahun MOU Helsinki kali ini, Tu-ngang Institute kembali membahas mengenai UUPA. Pembahasan UUPA tiap tahunnya menjadi tema Tu-ngang Institute dalam memperingati MOU Helsinki, dan ini merupakan kali ketiga.

Kegiatan diskusi dilanjutkan dengan aksi kritik tubuh di keesokan harinya. 15 sukarelawan dalam aksi ini dipilih untuk menjadi medium body painting. Materi body painting tersebut berasal dari hasil diskusi. Aksi Body painting ini dinamakan “kritik tubuh”. “Aksi ini bukanlah yang pertama kali dilakukan di Yogyakarta. Sebelumnya tiga aksi serupa pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya dalam rangka memperingati MOU Helsinki. Acara yang juga diinisiasi Tu-ngang Institute ini didukung oleh perkumpulan induk mahasiswa Aceh di Yogyakarta (Taman Pelajar Aceh) dan Seniman Perantauan Atjeh (SePAt)” Ungkap Ismuhar, vocal Point Tu-ngang Institute.

“manusia membutuhkan tubuh untuk selalu bernegosiasi, karena perdamaian selalu berdiri di tengah-tengah. Nah, kita harus melakukannya secara intim untuk bisa berdamai, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain, agar perdamaian tetap berdiri tegak” ungkap Iskandar Ishak selaku konseptor aksi kritik tubuh tersebut.

Sementara itu Ketua Taman Pelajar Aceh (TPA) Taufik Akbar yang hadir pada aksi tersebut mengungkapkan ucapan terimakasih atas partisipasi para sukarelawan dalam acara tersebut dan dukungan dari organisasi-organisasi mahasiswa Aceh yang ada di Yogyakarta. “terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, semoga kita menjadi penjaga keberlanjutan perdamaian Aceh dan tetap membela kepentingan rakyat Aceh” ungkap Taufik Akbar setelah acara berlangsung.

Berikut adalah foto-foto acara diskusi dan aksi "Kritik Tubuh":











COMMENTS

Name

acara Artshop Biografi Event Galeri Global Karya Cerpen Karya Puisi Komunitas Literatur Seni News Opini Profil
false
ltr
item
Aceh Media Art: Diskusi dan Kritik Tubuh Adalah Cara Mahasiswa Aceh Peringati 9 Tahun MOU Helsinki
Diskusi dan Kritik Tubuh Adalah Cara Mahasiswa Aceh Peringati 9 Tahun MOU Helsinki
http://4.bp.blogspot.com/-hO9QDqkCryo/U_Bfrgt13hI/AAAAAAAAAts/-82YBE6azj4/s1600/4.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-hO9QDqkCryo/U_Bfrgt13hI/AAAAAAAAAts/-82YBE6azj4/s72-c/4.jpg
Aceh Media Art
http://www.acehmediart.com/2014/08/mahasiswa-aceh-di-yogyakarta.html
http://www.acehmediart.com/
http://www.acehmediart.com/
http://www.acehmediart.com/2014/08/mahasiswa-aceh-di-yogyakarta.html
true
4096604943189198512
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago