Archive Pages Design$type=blogging

News

Pilkada dan Pemerintah Zalim dalam Film Karya Ayi Meugit

Oleh: Akbar Rafsanjani Pemilihan Umum Kepala Daerah atau biasa disingkat dengan PILKADA, masih berjalan sampai tahap penghitungan s...


Oleh: Akbar Rafsanjani

Pemilihan Umum Kepala Daerah atau biasa disingkat dengan PILKADA, masih berjalan sampai tahap penghitungan suara. Segala dinamika kejadian terjadi mulai dari masa pencalonan diri para calon kepala daerah hingga pada tahap penghitungan suara. Pilkada yang diadakan serentak di kabupaten dan kota di Indonesia ini bahkan sejenak melupakan segala hiruk pikuk kasus penistaan agama, hingga gempa berkekuatan 5,5 SR berpusat di Pidie jaya yang terjadi tepat pada pukul 3 dini hari, sehari setelah terselenggaranya pilkada. Minggu, 19 Februari 2017, sore di sekretariat Aceh Documentary, sebuah film berjudul “Ashabul Kahfi” yang disutradari oleh Azhari, diputar perdana pada screening bulanan mini bioskop Aceh Documentary. 

Program ini diberi nama “Cang Film”, cang yang secara literatur berarti memotong, tapi jika digabungkan dengan kata-kata panah/boh panah (buah nangka), menjadi cang panah, yang memiliki makna lain, yaitu mengobrol atau berdiskusi. Ashabul Kahfi diputar bersama dengan “Kamuflase” sebuah film produksi Komunitas Trieng. Ashabul Kahfi yang berdurasi 10 menit merupakan salah satu film pendek Azhari setelah “Hana Meuphom”, sebuah film pendek yang bercerita tentang kebiasaan masyarakat Aceh yang menganggap segala sesuatu yang ada Arabnya adalah mulia.

Memakai karakter Sayed sebagai kendaraan cerita pada filmnya ini, saya justru melihat kerinduan Ayi Meugit (sapaan akrab dan keren Azhari) sebagai sutradara akan pemimpin negeri yang benar-benar memimpin dengan ikhlas dimunculkan pada opening film. Foto Presiden Soekarno dengan Che Guevara, kemesraan antara Ulama Aceh, Alm Prof. Dr. Muhibuddin Wali dengan Malik Mahmud, dan buku MADILOG-nya Tan Malaka merupakan representasi akan sebuah kerinduan yang hanya dinikmati lewat bacaan. Azhari sepertinya ingin membawa penonton untuk merenung kembali kisah para penghuni gua pada masa kekaisaran Romawi dipimpin oleh seorang raja yang zalim, Raja Diqyanus (249-251 M). 

Pemuda itu mengambil keputusan untuk lari menyelamatkan iman mereka daripada hidup dibawah perintah seorang raja yang zalim. Pelarian membawa mereka hingga ke sebuah gua, dan ajaib, mereka tertidur hingga 390 tahun (ulama tafsir berbeda pendapat terhadap hal ini). Ketika mereka terbangun, salah seorang meminta untuk dibelikan makanan ke kota. Dia kaget dengan keadaan kota yang berubah, dan mata uang yang mereka miliki tidak diterima lagi oleh penjual karena sudah bertukar zaman hingga ratusan tahun. 

Kemudian mereka baru sadar bahwa telah tertidur lelap dengan durasi yang mustahil, sangat lama, berbeda dengan sangkaan pertama, tertidur sehari atau setengah hari. Meminjam cerita penghuni gua tersebut, Sayed dibuat lari dari pemerintahan yang semakin zalim. Dia seolah sudah muak dengan pemilihan kepala daerah, namun bukan lari ke gua hingga tertidur, tetapi lari dari realitas yang harus dia terima kepada sebuah kerinduan akan pemimpin yang ikhlas, jujur dan mumpuni (demikian tiga istilah yang bisa saya pakai untuk representasi seorang pemimpin yang diidamkan).

Kenyataan yang kita hadapi sekarang, memilih untuk golput (golongan putih) justru menjadi celah untuk paslon (pasangan calon) yang menginginkan kekuasaan dengan segala cara. Money Politic, istilah untuk kecurangan dalam pilkada yang memanfaatkan kekesalan rakyat akan pemimpin, dengan memberikan mereka uang, disertai ajakan untuk memilih mereka ataupun tidak. Secara psikologis, rakyat akan membantu paslon yang bermanfaat bagi mereka walaupun hanya seratus ribu. Karakter rakyat kecil di Aceh sebenarnya telah dibentuk oleh berbagai peristiwa besar yang melanda selama beberapa dekade terakhir. Mental mengharap bantuan langsung pun menjadi sangat lekat pada orang Aceh. 

Momentum ini juga dimanfaatkan oleh para calon pemimpin dalam berkampanye. Menjanjikan uang tunai per kepala keluarga, dan sebagainya. Pada akhirnya memilih menjadi golput juga menjadi momok bagi kalangan kelas menengah yang berpendidikan. Mereka mengkhawatirkan pilihan masyarakat kelas bawah yang berdasarkan politik uang. Mereka pun ikut berkampanye, mengajak masyarakat agar memilih dengan hati nurani. Namun apa yang terjadi pada realitas sekarang? Politik uang pun menghantui, ulama yang jadi orang nomor satu bagi masyarakat Aceh pun bisa dikalahkan oleh pasangan calon yang lain. Mungkin sebaiknya Sayed kembali tidur hingga dia menemukan yang sempurna, namun hakikat dia sebagai manusia biasa yang butuh makan dan minum mengharuskannya untuk menerima kenyataan, seperti juga kita.***

Penulis adalah Sineas, alumni Aceh Documentary Competition 2014.

COMMENTS

Name

acara Artshop Biografi Event Galeri Global Karya Cerpen Karya Puisi Komunitas Literatur Seni News Opini Profil
false
ltr
item
Aceh Media Art: Pilkada dan Pemerintah Zalim dalam Film Karya Ayi Meugit
Pilkada dan Pemerintah Zalim dalam Film Karya Ayi Meugit
https://2.bp.blogspot.com/-5UnG7E7OeNg/WKx9_xxyGZI/AAAAAAAACb0/nj2LkBw95Co5J1IRyVjaPujs5xR3C08hQCLcB/s640/16864946_10202808301965490_5266730371692457612_n.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-5UnG7E7OeNg/WKx9_xxyGZI/AAAAAAAACb0/nj2LkBw95Co5J1IRyVjaPujs5xR3C08hQCLcB/s72-c/16864946_10202808301965490_5266730371692457612_n.jpg
Aceh Media Art
http://www.acehmediart.com/2017/02/pilkada-dan-pemerintah-zalim-dalam-film.html
http://www.acehmediart.com/
http://www.acehmediart.com/
http://www.acehmediart.com/2017/02/pilkada-dan-pemerintah-zalim-dalam-film.html
true
4096604943189198512
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago