Archive Pages Design$type=blogging

News

Kurator dan Kepala GALNAS Beri Kuliah Umum di ISBI Aceh

Ini adalah seikat cacatan tentang digelarnya acara kuliah umum perdana Tahun 2017 di ISBI Aceh. Acara yang diisi oleh kepala Galeri N...



Ini adalah seikat cacatan tentang digelarnya acara kuliah umum perdana Tahun 2017 di ISBI Aceh. Acara yang diisi oleh kepala Galeri Nasional (GALNAS) Indonesia Tubagus Andre Sukmana dan kurator Seni Supa bapak Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum.

Sebenarnya saya ingin menceritakan ini secara detail, namun tentu saja dengan bahasa yang mungkin sangat sederhana samasekali, sehingga agak kurang menarik bisa jadi. Kronologisnya memang tidak sedramatis motor trail yang mengejar suku Mante, jadi jangan tegang. Cerita ini berawal ketika akan berlangsungnya sebuah acara di  UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, yaitu workshop kuratorial seni rupa.

Acara workshop semacam ini tentu saja langka di Aceh. Maka antusias untuk mengikuti acara ini adalah mutlak akan terjadi. Para seniman yang ada di seputar Banda Aceh terdengar akan menghadiri acara ini. Tidak terkecuali mahasiswa ISBI Aceh. Mereka telah bersiap-siap dari Jantho untuk mengikuti acara ini. Waktu yang terbatas tentu saja menjadi hal yang amat disayangkan dalam pertemuan berbagai semacam ini, mengingat juga pematerinya adalah orang-orang penting dalam dunia seni rupa. Maka inisiatif saya muncul hingga ingin bertindak, saya pun mencoba membujuk pak Suburhan (Ketua UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh) untuk merayu para pemateri agar bersedia berbagi ilmu di kampus ISBI Aceh setelah acara workshop berlangsung.

Awalnya memang agak mengecewakan, setelah pak Suburhan menyatakan tidak bisa menghadirkan pemateri itu ke sana, mengingat tiket pesawat yang sudah duluan dipesan. "Okelah kalau begitu" dalam hati saya. "Tapi kalau ada waktu tolong ya pak, ini untuk mahasiswa" harap saya pada pak Suburhan. Malam pun akan menjelang, jam sudah menunjukkan pukul 16:15 WIB di tanggal 4 April. Besoknya acara workshop akan berlangsung.

Suara ponsel saya terasa berisi sore itu. Segera saja saya mengangkatnya. Ahh, betul tebak saya, telepon ini terasa berat dengan terteranya nama Kepala UPTD ISBI Aceh di layar ponsel. Kabar mengenai ketersediaan orang-orang seni di tingkat nasional itu untuk mengisi acara di kampus ISBI Aceh seperti kabar dalam mimpi. Memang mimpi tidak kemana. "Yessss!" kata saya.

Secepat kilat saya menghubungi ibu Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk menyampaikan informasi ini. Alhamdulillah respon masuk dengan baik, lembaga pun siap memfasilitasi kegiatan yang kami isisiasi mendadak itu. Segera ini menjadi tugas para koordinator program studi agar mengumpulkan seluruh mahasiswa seni rupa dan desain besok pagi untuk ikut berpartisipasi dalam acara yang kami sepakati kuliah umum.

Saya pun kemudian mencoba minta bantuan koordinator Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) untuk membuatkan desain poster dan spanduknya. Dasar quick respon yang kami bangun di jurusan seni rupa adalah sebuah kesahajaan, jika ada sebuah event yang sifatnya urgent, maka harus disikapi dengan baik dan bijak. Semua rekan-rekan dosen begitu antusias untuk berbagi peran dalam kegiatan ini. Poster dan spanduk langsung jadi dalam seketika. Pesan-pesan tersebut dengan segera terpampang di dinding informasi serta beredar melalui media sosial. Para mahasiswa yang mengetahui pemateri bisa hadir di kampus ISBI Aceh menjadi begitu girang.

Pagi sudah menunjukkan pukul 09.15 WIB, pada Tanggal 05 April 2015. Acara workshop kuratorial di Taman Seni dan Budaya Aceh telah dibuka oleh bapak Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di gedung tertutup. Undangan menghadiri acara ini antara lain adalah ISBI Aceh, Unsyiah, Sanggar Seni Rupa 55, Komunitas Kanot Bu, Atelier, Dewan Kesenian Sabang, Dewan Kesenian Aceh Barat, Apotik Wareuna, guru2 kesenian, Kepala Museum Negeri Aceh, seniman dan para perupa Aceh.

Kegiatan kuratorial yang diselenggarakan bertujuan untuk mencari minat para seniman dan stakeholder di Aceh untuk menulis, mencatat, menjaga dan mendokumentasikan hasil karya-karya yang ada di Aceh. Selain itu, kepala Galeri Nasional Indonesia dalam materinya juga menyampaikan bahwa ia berencana akan menyelenggarakan pameran koleksi karya-karya maestro pada tahun mendatang. Kepala GALNAS mengharapkan dengan terselenggaranya acara ini akan lahir kurator-kurator seni dari Aceh. Program mendatang setidaknya menjadi penyemangat dalam berkarya bagi para perupa untuk terus mengekplorasi kembali ide-ide briliannya, sehingga jika pun pameran karya koleksi para maestro ini berlangsung, karya-karya seniman Aceh juga bisa bersanding di sana dengan gagah.

Kegiatan workshop yang berlangsung hingga 8 jam ini tanpa terasa telah di ujung jumpa. Waktu telah menunjukan pukul 17:17 WIB dan saya putuskan pamit kapada teman-teman perupa untuk kembali ke Jantho untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk kuliah umum yang rencananya akan dilangsungkan besok. Beberapa teman-teman perupa turut saya kabari untuk hadir.

Saya sempatkan mampir ke kios digital untuk mengambil spanduk dan langsung pulang ke rumah untuk berkemas dan menjemput pak Safrul di rumah pak Ucok yang sudah lama menunggu untuk berboncengan bersama menuju Jantho. Baru sekitar 10 menit berjalan di atas roda dua, pak Safrul menepuk bahuku dan berkata “pak Ded, biar saya gak ngantuk, honda saya yang bawa saja”, "oke" jawab saya. Pak Safrul langsung tancap gas menuju Jantho dan tanpa terasa jam telah menunjukkan pukul 19.00 WIB, Kami tiba di Jantho.

Selepas mahgrib ponselku kembali berdering, sebuah pesan WA dari pak Yulfa menyerukan kepada rekan-rekan dosen agar merapat ke Aula Kampus A ISBI Aceh jam 19.45 WIB, untuk mempersiapkan ruangan dan materi perkuliahan esok hari. "Siap" jawab saya. Beberapa alat kami ambil di studio dan langsung merapat ke studio. Tiba di aula, suasana sudah ramai dan kursi-kursi sudah tersusun rapi. Properti seperti spanduk, sofa, proyektor, sound system dan dekorasi taman dikerjakan oleh teman2 mahasiswa. Pukul 22.30 WIB ruang kuliah umum selesai di atur dan kami langsung pulang untuk istirahat.

Kamis 6 April azan subuh membangunkan tidur. Saya seketika bangkit dan langsung wudhu untuk shalat subuh, lalu setelah itu mengecas baterai kamera. Maklum di Aceh sekarang sedang musim mati lampu. Pukul 08.15 WIB saya dan Safrul tiba di kampus dan kembali mengecek segala persiapan untuk kuliah umum. Alhamdulillah semua terkendali dan mahasiswa satu persatu muncul mengisi kursi-kursi kosong. Tidak lama kemudian ponsel ku berdering, di ujung telepon itu Kepala UPTD TBA menyuruhku untuk menunggu di depan kampus, karena sebentar lagi mobil sebuah putih akan muncul dari ujung jalan. Mereka adalah tamu terhormat di pagi yang cerah ini.

Tiba di kampus Seni Rupa, saya mengajak para pemateri untuk melihat lihat kondisi ruang studio Seni Murni, Kriya, Ruang Jurusan, Ruang Kuliah, dan Ruang Dosen, untuk melihat karya para mahasiswa. Tidak lupa kami juga mengunjungi ruang perpustakaan. Diskusi-diskusi kecil pun terjadi di ruang-ruang tersebut. Ketika melihat pustaka, Pak Andre selaku kepala Galeri Nasional pun menjadi tergugah. Ia berencana akan mengirimkan beberapa buku yang ada di Galeri Nasional ke sini, mengingat masih minimnya buku2 yang bertemakan seni rupa. Pak warno yang juga hadir juga tidak ketinggalan, ia juga menyampaikan bahwa akan mengirimkan katalog-katalog dari pulau Jawa untuk perpustakaan ISBI Aceh.

Ruang perpustakaan ISBI Aceh memang terlihat memprihatinkan, karena selain hanya berukuran 6x5 meter, koleksi buku-buku juga masih sedikit. Sebelum kami kembali ke kampus A, saya berkata ke pak Warno bahwasanya dahulu di posisi tepat di depan kelas ini juga seorang kurator kenamaan juga bernah berfoto di sini, ia adalah Kuss Indarto.

Perjalanan kami lanjutkan ke aula kampus A. Tiba di kampus A para tamu dan pemateri di sambut dengan tarian peumulia jamee yang ditarikan oleh mahasiswa Seni Tari. Kursi-kursi yang tadinya kosong terlihat sudah penuh. Acarapun kemudian dimulai. Bertindak sebagai MC adalah koordinator dari Prodi DKV, Arif Budiman. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibawakan oleh Teuku Shabir, mahasiswa dari prodi Kriya Seni. Selanjutnya sambutan dari Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain, Kepala Taman Seni dan Budaya, serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat sekaligus membuka acara perkuliahan umum ini.

Sesi pertama kuliah umum ini di sampaikan oleh kepala GALNAS Indonesia, yaitu Tubagus Andre Sukmana. Pak andre lebih banyak menyampaikan tentang peranan GALNAS bagi perupa dan peneliti, Ia juga memperlihatkan video dan beberapa kegiatan-kegiatan penting yang sudah dilakukan oleh lembaga negara ini.

Dr.Suwarno Wisetrotomo, M.Hum berbicara dalam sesi kedua. Pak warno lebih banyak menyampaikan tentang materi seni. tentang mengapa seni itu penting. Ia menjelaskan lebih jauh menjelaskan tentang bagaimana karya itu diciptakan dan menunjukkan karya-karya seni seniman-seniman, baik lokal dan mancanegara. Bernagai pertanyaan yang bermunculan menandakan bahwa peserta kuliah umum ini begitu antusias.

Di akhir perkuliahan pak Andre juga tidak lupa mengingatkan mahasiswa agar membuat karya seni untuk menandai zaman, dengan bahan-bahan yang bagus, agar bisa bertahan lama. Sementara pak Warno selaku kurator pada akhir kuliah ini menantang mahasiswa agar terus berkarya dan karya-karya yang dibuat harus mampu bersaing dan bisa menunjukan integritas yang mumpuni. "Karya seni itu tidak lahir secara tiba-tiba, semua butuh proses" ucap pak Warno.

Kuliah perdana ini terasa spesial bagi pak Warno, karena bisa bertemu kembali dengan teman-teman seangkatannya kuliah di Yogyakarta dahulu, yaitu pak Salaudin dan pak Yusrizal Ibrahim. Keduanya saat ini adalah juga dosen di ISBI Aceh. Selamat Reuni Senior.

Kepala Taman Seni dan Budaya Aceh Suburhan pun menutup acara ini dengan closing steatment, mengajak mahasiswa untuk tidak menjaga jarak dengan pemerintah dan memberikan masukan-masukan agar Taman Budaya sebagai laboratorium seni dapat mengupgrade informasi dan perkembangan seni mutakhir.


Dalam perkuliahan ini, tidak lupa diberikan cinderamata kepada para pemateri dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kuliah umum perdana di tahun ini.***

Laporan Dedy Kalee

COMMENTS

Name

acara Artshop Biografi Event Galeri Global Karya Cerpen Karya Puisi Komunitas Literatur Seni News Opini Profil
false
ltr
item
Aceh Media Art: Kurator dan Kepala GALNAS Beri Kuliah Umum di ISBI Aceh
Kurator dan Kepala GALNAS Beri Kuliah Umum di ISBI Aceh
https://4.bp.blogspot.com/-E5_wEQoM1kA/WObwyIAHygI/AAAAAAAACi8/8j0e4Di2tfczokMaPolBSKx3n2QRRaMTgCLcB/s640/galnas.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-E5_wEQoM1kA/WObwyIAHygI/AAAAAAAACi8/8j0e4Di2tfczokMaPolBSKx3n2QRRaMTgCLcB/s72-c/galnas.jpg
Aceh Media Art
http://www.acehmediart.com/2017/04/kurator-dan-kepala-galnas-beri-kuliah.html
http://www.acehmediart.com/
http://www.acehmediart.com/
http://www.acehmediart.com/2017/04/kurator-dan-kepala-galnas-beri-kuliah.html
true
4096604943189198512
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago