Archive Pages Design$type=blogging

News

Sang Maestro: Kisah Perjalanan Hidup Teungku Adnan Pm Toh

(Oleh: Ansar Salihin *) Lampu biru remang-remang menyorot panggung, ada di sana duduk seorang laki-laki berbaju putih. Terdengar ...



(Oleh: Ansar Salihin *)

Lampu biru remang-remang menyorot panggung, ada di sana duduk seorang laki-laki berbaju putih. Terdengar musik Seurunekale (Alat musik tiup tradisi Aceh) kemudian disambut dengan musik Rapa’i (alat musik gendang tradisi Aceh). Kedua jenis musik tersebut saling menyatu dengan nada tinggi. Laki-laki itu bangun menari seudati kemudian berubah menari saman, seketika berhenti dan ia berteriak “Hormat senjata, grak…” sambil meletakan tangannya di depan dahi.

Itulah awal pertunjukan teater monolog dengan judul Sang Maestro karya/sutradara Sulaiman Juned yang dipentaskan di Auditorum ISI Padangpanjang 23 Desember 2017. Pertunjukan tersebut bercerita tentang sejarah perjalanan hidup seorang seniman Aceh Teungu Adnan PM TOH. Aktor monolog tersebut diperankan oleh Fikri Afrija, ia memulai monolognya dengan sejarah lahirnya Teungku Adnan PM TOH dengan cara melantunkan hikayat atau meuhikayat.

“Teungku Adnan PM TOH lahir di Mangging, dulu Aceh Selatan disebut sekarang Abdiya atau Aceh Barat Daya, 1 Desember 1931. Kedua orang tuanya memberi nama Muhammad Adnan bin Polem. Ayahnya bernama Polem bukan dari kalangan seniman, tapi seorang pengamat ulama teungku muda wali. Ibunya bernama Sakiah, Adnan anak pertama dari empat bersaudara, Adnan satu-satunya laki-laki dari tiga saudara perempuannya”

Selesai melantunkan sejarah lahirnya teuku Adnan PM TOH aktor tersebut menutup dengan tepukan didong dan ia kembali ke belakang kemudian menari seudati. Melanjutkan kembali monolognya dengan cara sambil menari “Adnan tidak tamat sekolah rakyat, sekolah yang setara dengan sekolah dasar itu. Selain belajar sekolah rakyat Adnan juga aktif mengaji di meunasah”. Begitulah seterusnya ia bercerita lebih jauh perjalanan hidup Adnan sampai memilih hidup menjadi seniman, sementara tidak ada mengalir dalam tubuhnya keturunan darah seniman.

Awal ketertarikan Adnan terhahadap kesenian teater tutur saat menonton gurunya Mak Lapeh seorang penghikayat. Salah satu adgan yang dimainkan seperti mak lapeh menggunkan properti pedang dan bantal. Sambil berhikayat dan memukul bantal tersebut dengan pedang “Dengan bismillah lon ke peu pun kalam, lon cerita hikayat malem diwa” dum… dipukulnya bantal tersebut dengan pedang. Sejak itulah Adnan tertarik dengan teater tutur, tiga tahun Adnan belajar teater tutur, ia sudah mahir memainkannya. Bermodalkan itulah Teuku Adnan keliling Aceh memainkan teater tutur sambil menjual obat.

Teuku Adnan dalam memainkan perannya dalam hikayat teater tutur tidak sama lagi dengan gurunya Mak Lapeh, kalau Mak Lapeh hanya menggunakan pedang dan bantal sebagai properti. Sementara Adnan menggunakan beberapa properti seperti senjata mainan, helm tentara, pakaian perempuan, boneka dan properti lainnya. Selain pertunjukan di Aceh ia juga pentas keliling seluruh Indonesia sambal menjual obat. Setiap berpergian Adnan selalu naik bus PMTOH, sehingga dalam teaternya ia sering menyebutkan bus tersebut dan membunyikan klikson PMTOH. Berdasarkan itu masyarakat memberikan nama kepada Teuku Adnan PM TOH, sehingga Adnan lebih dikenal dengan nama Adnan PM TOH dan pertunjukannya juga dinamai PM TOH.

Dalam pertunjukan monolog yang diperankan Fikri Afrija ada cerita senang dan ada juga cerita sedih yang dialami Teuku Adnan. Salah satu adegan monolog yang sangat sedih dapat mengeluarkan air mata setiap orang mendenganrnya “Hanya satu kekecewaan Adnan, niatnyapun memasukan teater tutur ini ke mata pelajaran sekolah-sekolah tidak pernah diwujudkan oleh pemerintah Aceh sampai sekarang. 26 Desember 2004 gempa dan tsunami melanda Aceh. Rumah, harta dan seluruh property pertunjukannya yang telah dipertahankan selama 50 tahun hilang semua. Teuku Adnan juga pernah terlempar ke sawah sejauh 200 meter” Tuturnya sambil diiringi musik dan menyimpan seluruh properti yang pernah dimainkan oleh Adnan.

Selanjutnya aktor itu duduk di atas kotak itu, sambil diiringi musik seruling Gayo ia bercerita kembali “Setelah itu, ia mulai sakit-sakit, penyakit yang dideritanya mulai dari darah tinggi, darah manis sampai ke jantung. Kemudian ia dibawa ke rumah sakit oleh anak-anaknya, 13 Juni 2006 sang penghikayat Aceh itu meninggal dunia dengan usia 75 tahun dikebumikan di samping rumahnya di Triang Gading kabupaten Pidie Jaya. Tapi hanya satu kekecewaan beliau, niatnya memasukan teater tutur ke mata pelajaran di sekolah dari SD sampai SMA tidak pernah diwujudkan oleh pemerintah hingga sekarang ini. Kan pantengon pemerintah.

Pertunjukan tersebut tidak seutuhnya diambil dari naskah Sang Maestro karya Sulaiman Juned, namun ada beberapa perubahan dan itulah yang manjadi kreativitas seorang aktor untuk mampu menciptakan kreasi-kreasi baru. Hal ini merupakan kekuatan sang aktor dalam memainkan sebuah naskah monolog, tidak harus sesuai dengan naskah aslinya. Namun adanya kreasi baru yang kreatif  dapat menarik perhatian penonton. Selain itu juga, Fikri Afrija sebagai aktor tidak hanya memainkan satu karakter saja, ia juga memainkan peran tentara, penghikayat, atau menjadi orang biasa bercerita, seperti Well made Play (satu tokoh memainkan banyak karakter).

Melalui pertunjukan teater momolog Sang Maestro Sulaiman Juned telah mencoba menawarkan suatu pembaharuan terhadap teater tutur Dangderia Teungku Adnan PM TOH.  Teater tutur tradisional Aceh dengan sentuhan kreatifitas teater modern. Melalui monolog Sang Maestro aktor menyampaikan kembali pesan-pesan yang terkandung dalam naskah dengan garapan inovasi terbaru dan kreativitas aktor terhadap sebuah pertunjukan.

Aktor monolog Sang Maestro pertunjukan tersebut  mengkolaborasikan konsep teater modern dengan konsep lokalitas teater tutur Aceh. Teater modern menggunakan konsep gerakan-gerakan, pertunjukan tersebut memakai aktor pergerakan/bloking yang berasal dari gerakan seudati. Selain itu juga untuk memperkuat identitas budaya aktor juga memakai kekayaan musik perkusi tubuh. Perkusi tubuh ala Aceh menimbulkan bunyi musik dengan gesekan tubuh yang dijadikan instrumen. Inilah kekuatan naskah lewat Kramagung dan catatan samping.

Atas dasar itu terdapat beberapa perbedaan kesenian teater tutur Aceh (Hikayat yang dibawakan Teungku Adnan PM TOH) dengan teater modern.  Teungku Adnan PM TOH  bercerita dengan gaya memainkan ekspresi wajah, dan suara yang berubah-ubah. Teknik memainkannya duduk dengan mempergunakan senjata mainan anak-anak. Inilah teater Tutur Dangderia yang sudah dilakukan pengembangan oleh Tgk. H.Adnan. Dia merupakan tukang hikayat yang sangat populer sejak tahun 1960-an. Teater tutur Aceh atau Sering juga disebut masyarakat Aceh poh tem berarti orang yang pekerjaannya bercerita. Ada juga yang menyebutnya  Dangderia seperti drama monolog atau berbicara sendiri. Teater tutur ini menjadi menarik setelah dikembangkan Teungku Adnan dengan mempergunakan alat musik rapa’i, pedang, suling (flute), bansi (block flute) dan mempergunakan proferti mainan anak-anak, serta kostum. Kemudian gerakan dalam teater tutur Aceh hanya gerakan di tempat, gerakan tubuh dan memaikan properti.

Sementara itu teater modern merupakan pertunjukan yang tersusun secara sistematis menggunakan konsep gerakan, dialog dan penataan artistik menjadi satu kesatuan yang utuh tidak terpisahkan. Tiga unsur tersebut merupakan kekuatan dalam sebuah pertujukan teater modern. Bagaimanakah menyatukan konsep teater tradisi dengan teater modern, itu merupakan kecerdasan seorang penulis naskah lakon, sutradara dan aktor. Dalam pertunjukan tersebut, sutradara/aktor menggarap teater modern dengan konsep teater tutur Aceh Dangderia Teungku Adnan PM TOH.

Kisah Teungku Adnan PM TOH adalah pembelajarn hidup bagi semua orang, terutama seniman. Kesederhananya dalam kehidupan patut menjadi contoh, berkesenian ia tidak pernah mengharap imbalan. Berapapun biaya yang dibayar untuk mementaskan pertunjukan ia tetap menerima dan terus berkesenian. Kesenian Aceh terus ia perkenalkan tingkat nasional dan sudah diakui secara internasional bahwa konsep tersebut merupakan konsep terbaru dalam perkembangan dunia teater. Melalui konsep kesenian yang diperan dan dikembangkannya sehingga melahirkan suatu teori atau model tetaer baru di Aceh khususnya dan memperkaya khasanah perkembangan teater Indonesia pada umumnya.

Melalui konsepnya itu seorang sutradara teater Sulaiman Juned menjadikan konsep tersebut menjadi sebuah teori keilmuan teater. Kemudian menjadikan konsep tersebut sebagai ide dan kreativitas dalam mengembangkan teater modern Indonesia. Beberapa garapan pertunjukan seperti hikayat cantoi, sang maestro dan pertunjukan lainnya berangkat dari konsep teater tutur Aceh yang diperankan oleh Teuku Adnan PM TOH. Menurut Sulaiman Juned sebagai akademisi seni teater, siapa lagi yang melestarikan dan mengembangkan konsep teater tutur tersebut kalau bukan kita. Ini merupakan kekayaan teater Aceh yang dapat dikembangkan dalam konsep pertunjukan teater modern. 

*) Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana ISI Padangpanjang, Dosen ISBI Aceh

COMMENTS

Name

acara Artshop Biografi Event Galeri Global Karya Cerpen Karya Puisi Komunitas Literatur Seni News Opini Profil
false
ltr
item
Aceh Media Art: Sang Maestro: Kisah Perjalanan Hidup Teungku Adnan Pm Toh
Sang Maestro: Kisah Perjalanan Hidup Teungku Adnan Pm Toh
https://2.bp.blogspot.com/-ovLIrecjAJE/WkDURkUE48I/AAAAAAAADAM/fRs_sueeqi8D52i99cVHmwwTYSjYNHwfwCLcBGAs/s640/pm%2Btoh%2Bseni%2Btutur%2Baceh.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-ovLIrecjAJE/WkDURkUE48I/AAAAAAAADAM/fRs_sueeqi8D52i99cVHmwwTYSjYNHwfwCLcBGAs/s72-c/pm%2Btoh%2Bseni%2Btutur%2Baceh.jpg
Aceh Media Art
http://www.acehmediart.com/2017/12/sang-maestro-kisah-perjalanan-hidup.html
http://www.acehmediart.com/
http://www.acehmediart.com/
http://www.acehmediart.com/2017/12/sang-maestro-kisah-perjalanan-hidup.html
true
4096604943189198512
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago